Postingan

Confession

I feel like the happiest feeling is when you know that you're loved back by someone you love deeply. You'll feel him everywhere. He'll be the first thing that come up in your mind when you're awake and the last thing you remember before you fall asleep. You'll always feel he's near and be there when you need him no matter how far he is actually. It really doesn't matter that he's a million light years away. That warmness of the love he give you is always covering your heart, give you those rosy cheeks whenever you remember his smile. And nothing u could do, but smiling too. . Hey there, I miss you too. :)

Probably Your Song.

Beauty queen of only eighteen She had some trouble with herself He was always there to help her She always belonged to someone else He drove for miles and miles and wound up at her door He has had her so many times but somehow He want more "I don't mind spending every day Out on your corner in the pouring rain Look for the girl with the broken smile Ask her if she wants to stay awhile And she will be loved..",  He said. You said to me "Tell me everything, tell me all the things that bother you, come to me when u're sad, you're not alone."  Hey there, 800+ apart. How u're doing? I miss You.  Dramaga, May 2nd 2018. song lyric: She Will Be Loved by Maroon 5

Badai

Aku nahkoda hilang kendali dalam badai Kapal terseret arusmu Lautku yang biasanya tenang, tiba-tiba penuh dilema Kau memaksaku masuk dalam pusaran Dan semakin tenggelam Aku pasrah, Sekarang apa? Aku hilang arah Kau harus tanggung jawab. Bogor, 24 April 2017

Mainan

Perasaanku adalah layang-layang yang pasrah melambung kau permainkan. Mendekat saat kau tarik Terlepas saat kau ulur Tapi, aku bahagia. Setidaknya aku melalang ke udara, bermain bersama angin. Dan yang terindah, melihatmu tertawa riang. Semua itu jauh lebih baik daripada usang terabaikan di rak toko mainan. 25 April 2017

Surat di Persimpangan

Ketika saya menulis ini, suara lembut David Cook dalam   “Always be My Baby”, Mocca dalam “I remember” melatari saya. Baik, saya mulai. Hai, Hallo.  Apa kabar tuan? Sudah berapa lama sejak tuan menjalani perjalanan yang benar-benar baru? Sudah berapa lama saya diam terpaku dipersimpangan jalan melihat punggung tuan jadi bayang-bayang yang bergerak menjauh? Rasanya sudah lama sekali tak melihat matamu yang sehangat matahari terbit itu. Aku tidak akan bertanya bagaimana perjalanan tuan  sekarang. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya juga sudah mulai melangkah lagi, meneruskan perjalananku sendiri. Kita berbeda jalan sekarang, how strange it is when u’r not by my side anymore :’).  Tuan, karena jalan kita berbeda, maka apa yang tuan lihat, dengar, dan temui  tentulah berbeda dengan saya. Jadi, jikalau suatu saat jalan kita bermuara pada sebuah pertemuan, mari saling bertukar cerita. Saya ingin mendengarnya sambil menikmati secangkir kopi di sebuah ...

Aku Suka Fajar Part II

Hai, Venus! Malam-malam yang lalu.... begitu pekat, tapi wajahmu terlihat begitu terang. begitu sepi, tapi tawamu begitu nyaring. begitu tenang, tapi jantungku berdetak tak beraturan. Hai, Venus! Aku menyebutmu Venus, Bintang paling terang  muncul saat fajar karena tangis pertamamu pecah dibawah langit yang dirajainya. Dan saat itulah anugrah untukku dilahirkan. Kamu.

Lagi-lagi Kamu

Sabtu malam minggu 10 oktober 2015. Mencoba untuk move on itu sulit, semua orang tau itu. Hai, kamu. Apa kabar? Sudah berapa lama aku tak mendengar kabarmu? Nampaknya kamu baik-baik saja. Tetep sehat dan bahagia ya. ;) Sebenernya aku pengeen banget ketemu, tapi aku tau diri, bukan hak ku lagi untuk meminta waktumu. Lagi pula sekarang kita jauh. Aku menulis ini untuk aku baca sendiri sebenarnya. Tapi kalau bisa aku ingin kau juga membacanya. Karena seperti biasa, aku selalu tak tahan untuk menceritakan semua hal padamu. Hehe. Oke aku mulai. Sore ini diajak aku main ke tempat kakak kelas. Itu baru pertama kali aku kesana. Kakak kelasku sedang pergi jadi aku dan temanku menunggu. Tak ada yang istimewa, hanya kontrakan biasa, ramai karena banyak cowok. Belum ada yang terlihat “aneh” (read: mengesankan) sampai kakak kelasku tiba. Dia tiba bersama seorang temannya (sebut saja D (hehe inisialnya sama denganmu, maaf)), awalnya biasa saja, dan ketika D mulai ngobrol, DOOM! Rasanya ...

Blackswan

Di hutan itu, seekor angsa hitam bersembunyi. Berlari dari bisingnya sungai di perkotaan.

Let it flow

Mengalir, ya memang itu yang selama ini selalu gue inginkan. Bukan yang dipaksakan, beradaptasi dengan cepat dan membuat batas-batas fase. Gue rasanya nggak butuh deklarasi atau apalah itu namanya. Berjalan perlahan-lahan, menikmati setiap perkembangan, sedikit demi sedikit, merasakan bagaimana pahit manisnya bersabar, bukankah itu semua hal yang indah meski saat menjalaninya serba salah dan sering tergoyah? Dan bukankah disitulah letak nikmatnya? Nikmat untuk merasakan proses dengan perlahan-lahan......

Hujan kala itu.

Dingin yang terusik, dan gaduh diganggu suara berisik. Nada-nada melantun bergitu saja. Indah? Tidak juga. Ini bukan tentang konser mega bintang atau apalah. Tapi.... Bagi anak-anak adam sudah cukup untuk sekedar mencegah kebekuan. Sekedar menjaga perapian tetap menyala.... 30 Desember 2012

hoolaaaaaaaa!

Holla!!! Uhh, udah lama nggak nge-blog, sampek-sampek blog ini banyak sarang laba-labanya. :3 Setelah dibaca-baca, postingan yang sebelumnya identik dengan galau dan gagal move on ya? hihi. Untuk kedepan, mungkin postinganku udah gak galau-galau lagi. Alhamdullillah. Sekarang saat nya buka lembaran baru!!! Keep smile! :D

Separuh

Aku melangkah pergi. Lalu, kau menahan tanganku. "Mau kemana?" tanyamu. "Aku harus terus maju." jawabku sambil berusaha tak menatap kedua mata indahmu. "Kau yakin?" tanyamu lagi. "Aku yakin." masih memalingkan mataku. "Ya sudah, berhati-hatilah, apa ada yang tertinggal?" kau memastikan. "Kurasa ada." "Apa?" "Separuh hatiku yang kau curi."

Gomen ne

40km/jam. Senja bergerimis lembut hari ini. Menerpa wajah, seperti usapan lembut, Lembut, namun dingin, membeku. Seperti kata-katamu tadi kawan, Pujian, terdengar indah ditelinga. Tapi terasa sekali seperti tamparan panas di ulu hati. Maaf, aku sadar belum waktunya aku melangkah sejauh ini.

Wajahmu

Kau tau Ra,  semalam bintang gemintang lenyap.  Mereka berpindah ke wajahmu. ~

Runtuh

Masih di 40km/jam. Senja kemerahaan ketika aku mulai melangkah keluar. Dan berubah kelabu saat tiba di 1/2 perjalanan. Angin semakin kencang, menggoyahkan laju ku. Dan tibalah hujan, meluruhkan semua keyakinanku. Lalu aku tiba dengan kekosongan. Aku tak mampu mengelak.  Relakan...... ~ #03 April 2013

Spion Waktu

Kecepatan 40km/jam. Aku berusaha keras untuk tidak melirik spion. Tapi aku tidak pernah bisa, mataku selalu reflek melakukannya. Entah mengapa aku selalu berharap kau masih ada disana dan mengawasiku dari belakang ketika aku melaju. Dan menolongku jika terjadi sesuatu dalam perjalananku. Aku takut jikalau kau akhirnya memilih jalur lain. Aku tidak siap. Karena yang aku tau, selama ini kau yang selalu menjagaku, meski kita sudah lama tak melaju beriringan. #05 April 2013

Intermezzo

Kehidupan itu mungkin seperti timbangan yang tak pernah seimbang. Saat satu lengan lebih berat, lengan yang lainnya akan jadi lebih ringan. Saat satu lengan lebih rendah, lengan lainnya akan jadi lebih tinggi. Tapi tentu kita punya pilihan untuk menyeimbangkannya. Dan kalau kita bisa. Kenapa tidak?

Maukah?

Maukah kau menjadi bahu yang kusandarkan disana ribuan tangis. Maukah kau menjadi lengan yang kuhamburkan disana pilu yang kian beku. Maukah kau menjadi mata yang kuhujamkan disana kerinduan. Maukah kau menjadi seutuhnya dirimu yang kulabuhkan disana kasih yang kupunya?

Pulang

Ah, baiklah. Kelihatannya sudah saatnya tubuh yang belum tua ini mengundurkan diri. Oh, bukan, lebih tepatnya mengalah. Memberikan tempat untuk orang lain. Meskipun jiwa ini masih meluap-luap. Ingin merasakan manisnya menjadi tua. Perlahan. Hitungan mundur, kumulai dari sekarang. Benarkah ini saatnya?

Kelingking

Sore itu, Ketika dua jari kelingking saling bertaut. Jendela-jendela terbuka menatap padang ilalang sunyi, yang mendadak riuh akan 1000 kunang-kunang. Mengajak 2 tubuh menari-nari diantara hembusan angin. Bahagia, itukah yang mereka rasakan kala itu?