Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2010

Surat Cinta Matematikawan

Tiga minggu yang lalu… Untuk pertama kalinya kulihat kau berdiri tegak lurus lantai Kulihat alismu yang berbentuk setengah lingkaran dengan diameter 4 cm Saat itulah kurasakan sesuatu yang lain dari padamu Kurasakan cinta yang rumit bagaikan invers matriks berordo 5×5 Satu minggu kemudian aku bertemu kau kembali… Kurasakan cintaku bertambah, bagaikan deret divergen yang mendekati tak hingga Limit cintaku bagaikan limit tak hingga Dan aku semakin yakin, hukum cinta kita bagaikan hukum kekekalan trigonometri sin2+cos2 = 1 Kurasakan dunia yang bagaikan kubus ini menjadi milik kita berdua Dari titik sudut yang berseberangan, kau dan aku bertemu di perpotongan diagonal ruang Semakin hari kurasakan cintaku padamu bagaikan grafik fungsi selalu naik yang tidak memiliki nilai ekstrim. Hanya ada titik belok horizontal yang akan selalu naik Kurasakan pula kasihku padamu bagaikan grafik tangen (90o < x < 270o) Namun aku bimbang… Kau bagaik...

Anda tahu kenapa Indonesia tidak menjadi negara maju?

Karena rakyat Indonesia sejak dini sudah didoktrin dengan lagu2 yang tidak bermutu & mengandung banyak kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi. Mari Kita buktikan : Lagu pertama: "Balonku Ada 5… Rupa-rupa warnanya… Merah, kuning, kelabu….. Merah muda Dan biru … Meletus balon hijau , dorrrr!!!" Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba2 muncul warna hijau? Jadi jumlah balon sebenarnya Ada 6, bukan 5 ! -:) Lagu kedua: "Aku seorang kapiten… Mempunyai pedang panjang… Kalo berjalan prok..prok.. Prok… Aku seorang kapiten!" Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait Kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya  seharusnya dia bernyanyi : "mempunyai sepatu Baja (bukan pedang panjang)..  Kalo berjalan prok..prok. . Prok.." nah, itu baru klop! Jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : "memp...