Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Badai

Aku nahkoda hilang kendali dalam badai Kapal terseret arusmu Lautku yang biasanya tenang, tiba-tiba penuh dilema Kau memaksaku masuk dalam pusaran Dan semakin tenggelam Aku pasrah, Sekarang apa? Aku hilang arah Kau harus tanggung jawab. Bogor, 24 April 2017

Mainan

Perasaanku adalah layang-layang yang pasrah melambung kau permainkan. Mendekat saat kau tarik Terlepas saat kau ulur Tapi, aku bahagia. Setidaknya aku melalang ke udara, bermain bersama angin. Dan yang terindah, melihatmu tertawa riang. Semua itu jauh lebih baik daripada usang terabaikan di rak toko mainan. 25 April 2017

Surat di Persimpangan

Ketika saya menulis ini, suara lembut David Cook dalam   “Always be My Baby”, Mocca dalam “I remember” melatari saya. Baik, saya mulai. Hai, Hallo.  Apa kabar tuan? Sudah berapa lama sejak tuan menjalani perjalanan yang benar-benar baru? Sudah berapa lama saya diam terpaku dipersimpangan jalan melihat punggung tuan jadi bayang-bayang yang bergerak menjauh? Rasanya sudah lama sekali tak melihat matamu yang sehangat matahari terbit itu. Aku tidak akan bertanya bagaimana perjalanan tuan  sekarang. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya juga sudah mulai melangkah lagi, meneruskan perjalananku sendiri. Kita berbeda jalan sekarang, how strange it is when u’r not by my side anymore :’).  Tuan, karena jalan kita berbeda, maka apa yang tuan lihat, dengar, dan temui  tentulah berbeda dengan saya. Jadi, jikalau suatu saat jalan kita bermuara pada sebuah pertemuan, mari saling bertukar cerita. Saya ingin mendengarnya sambil menikmati secangkir kopi di sebuah ...