Surat Cinta Matematikawan

Tiga minggu yang lalu…
Untuk pertama kalinya kulihat kau
berdiri tegak lurus lantai
Kulihat alismu yang berbentuk
setengah lingkaran dengan diameter 4 cm
Saat itulah kurasakan sesuatu yang lain dari padamu
Kurasakan cinta yang rumit bagaikan
invers matriks berordo 5×5

Satu minggu kemudian aku bertemu kau kembali…
Kurasakan cintaku bertambah,
bagaikan deret divergen yang mendekati tak hingga
Limit cintaku bagaikan limit tak hingga
Dan aku semakin yakin,
hukum cinta kita bagaikan
hukum kekekalan trigonometri sin2+cos2 = 1

Kurasakan dunia yang bagaikan kubus ini
menjadi milik kita berdua
Dari titik sudut yang berseberangan,
kau dan aku bertemu di perpotongan diagonal ruang

Semakin hari kurasakan cintaku padamu
bagaikan grafik fungsi selalu naik yang
tidak memiliki nilai ekstrim.
Hanya ada titik belok horizontal yang akan selalu naik
Kurasakan pula kasihku padamu
bagaikan grafik tangen (90o < x < 270o)

Namun aku bimbang…
Kau bagaikan asimtot yang sulit
bahkan tidak mungkin kucapai
Aku bingung bagaikan memecahkan soal
sistem persamaan linear
yang mempunyai seribu variabel
dan hanya ada 100 persamaan
Bahkan ekspansi baris kolom
maupun Gauss Jordan pun tak dapat memecahkannya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Song From You

Let it flow

Aku Suka Fajar Part II