A Secret Admirer

Aku masih berusaha mengikuti ketidakjelasan instingku untuk selalu membuntuti bayangmu. 
Meski itu berati aku harus bersembunyi dalam keremangan, bertransformasi menjadi debu dan bergabung dengan kabut abu2 samar yang terlihat suram. Berusaha agar tak tertangkap basah olehmu.
Dan aku harap aku tetap aman untuk menguntitmu seperti ini sampai kau benar2 jauh dan tak terjangkau oleh pandanganku, atau sampai sampai angin2 meniupku shg aku benar2 jauh darimu.


Rasanya konyol memang, mengikuti insting yang jelas tidak bertujuan itu. 
Jadi, biarlah aku - maksudku - ijinkan aku untuk tetap berdiri disini, memandangmu dengan rasa kagum yang tak ada habisnya, dan menikmati keindahanmu. Meski kau tak kan pernah tau. 

Tapi statemen itu berhsil tersingkir ketika ada kebahagiaan tersendiri saat aku melihat semua gerak-gerikmu.
Entah kebahagiaan macam apa ini yang bisa muncul hanya karena melihatmu dari dalam keremangan.

Pernah terfikir olehku untuk benar-benar muncul dihadapanmu, dan mengatakan aku bahagia, sangat bahagia, hanya karena bisa melihatmu. 
Tapi kurasa itu terlalu beresiko untuk dilakukan. 
Pasti setelah aku menunjukkan diriku padamu kau akan memandangku aneh mungkin, dan malah merasa tidak nyaman dengan kehadiranku.

Aku bahagia hanya dengan Memandangmu!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Song From You

Let it flow

Aku Suka Fajar Part II