Siklus
Samudra,
Ku larung lara ini.
Berharap debur ombak memecahnya
Mentranformasikannya, menjadi jutaan sajak sendu lautan.
Matahari,
Uapkan sajak-sajak sendu itu.
Bawa mereka membumbung tinggi
Berkumpul bersama awan-awan hitam kelam.
Angin,
Tiupkan amukanmu,
Hempaskan awan-awan itu
Lempar mereka ke atas daratan
menabur seribu kegelisahan.
Hujan,
Tetes-tetes awan sendu berjatuhan,
Mengetuk jendela-jendela kaca,
Jendela-jendela kamar yang tak pernah tebuka.
Kau!
Lihatlah! Dengarlah!
Tidakkah kau sadar?
Laraku, dukaku yang kian pilu,
Luruh, menetes sendu di kaca-kaca jendelamu!
Makin deras, dan lebih deras lagi!
Tapi, pernahkah sedikit saja kau peduli?
TIDAK!
Ku larung lara ini.
Berharap debur ombak memecahnya
Mentranformasikannya, menjadi jutaan sajak sendu lautan.
Matahari,
Uapkan sajak-sajak sendu itu.
Bawa mereka membumbung tinggi
Berkumpul bersama awan-awan hitam kelam.
Angin,
Tiupkan amukanmu,
Hempaskan awan-awan itu
Lempar mereka ke atas daratan
menabur seribu kegelisahan.
Hujan,
Tetes-tetes awan sendu berjatuhan,
Mengetuk jendela-jendela kaca,
Jendela-jendela kamar yang tak pernah tebuka.
Kau!
Lihatlah! Dengarlah!
Tidakkah kau sadar?
Laraku, dukaku yang kian pilu,
Luruh, menetes sendu di kaca-kaca jendelamu!
Makin deras, dan lebih deras lagi!
Tapi, pernahkah sedikit saja kau peduli?
TIDAK!
Komentar
Posting Komentar